Diare Pada Balita? Yuk, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya!

- Selasa, 24 Januari 2023 | 06:00 WIB
Diare pada balita adalah masalah yang serius jika dibiarkan saja (Anna Shvets via Pexels)
Diare pada balita adalah masalah yang serius jika dibiarkan saja (Anna Shvets via Pexels)

Penulispro.com - Diare pada balita adalah masalah yang serius jika dibiarkan saja. Gangguan perut ini memang seringkali menimpa bayi dan balita. Pada umumnya diare dialami oleh balita berusia 2 tahun ke bawah.

Penyebab Diare

Penyebab utama dari kasus diare adalah virus Rotavirus. Bakteri juga dapat menjadi biang keladi dari diare. Bakteri utama yang menjadi penyebab diare adalah E. Coli. Selain itu, bakteri-bakteri lainnya adalah salmonella dan shigella vibrio cholerae, serta protozoa cryptosporidium. Penularan diare pada balita dapat melalui makanan yang terkontaminasi kuman-kuman tersebut.

Dampak Diare

Diare pada bayi dapat mengakibatkan terkurasnya cairan tubuh dan elektrolit akibat diare yang cair. Sehingga balita mengalami dehidrasi, pada awalnya dehidrasi ringan, berlanjut ke dehidrasi berat dan pada akhirnya menimbulkan kematian.

Ketika balita mengalami dehidrasi ringan, maka berat badannya akan turun pada kisaran 0 – 5%. Namun balita masih dapat melakukan kegiatan seperti jalan-jalan. Penurunan berat badan di kisaran 5 – 10% terjadi pada dehidrasi sedang. Pada dehidrasi sedang ini, balita akan merasa haus dan masih dapat duduk. Ketika meningkat pada tahap dehidrasi berat, berat badan anak drop lebih dari 10%. Balita akan mengalami lemas, sangat kehausan dan kerap mengigau.

Tindakan Penanggulangan

* Memberikan cairan oralit, hal ini ditujukan untuk mengganti cairan yang hilang. Dosis dari oralit ini tergantung dari tingkat dehidrasi yang diderita oleh balita
* Memberi nutrisi dengan segera harus dilakukan ketika balita telah berhenti muntah. Beri asupan ASI pada balita, atau mengenalkan makanan anak secara lengkap kembali setelah balita mengalami dehidrasi selama 4 jam. Berat badan anak memang dianggap telah pulih setelah 4 jam
* Tak boleh puasa walau asupan makanan terus keluar dalam bentuk diare. Balita harus terus diberi makanan sesuai dengan usianya. Makanan tak perlu dibedakan dengan menu makanan saat sehat. Pemberian makanan bertujuan untuk mengganti gizi yang terbuang keluar. Makanan sebaiknya tetap diberikan walau sedikit, namun dalam frekuensi yang sering
* Memberi suplemen Zinc agar tingkat kekebalan dinding usus besar bertambah.

Baca Juga: 8 Manfaat Buah Salak untuk Kesehatan, Bisa untuk Diare dan Menjaga Imunitas

Dalam mengatasi diare, harus diketahui penyebabnya sebelum memutuskan untuk ke dokter atau tidak. Bila ingin mengetahui kuman penyebab diare, maka sebaiknya balita dibawa untuk konsultasi dengan dokter. Sehingga dokter dapat memberikan penanganan yang pas. Demikianlah ulasan mengenai penyebab dan cara mengatasi diare pada balita.

Halaman:

Editor: Frida Firdiani

Tags

Terkini

X