Buku Bisa Membuat Pembaca Menjadi Lebih Buruk?

- Senin, 23 Januari 2023 | 10:00 WIB
Tak bisa dibantahkan bahwa sebuah buku bisa membuat pembaca berubah (Caio via Pexels)
Tak bisa dibantahkan bahwa sebuah buku bisa membuat pembaca berubah (Caio via Pexels)

Penulispro.com - Benarkah buku bisa membuat pembaca menjadi lebih buruk? Tak bisa dibantahkan bahwa sebuah buku bisa membuat pembaca berubah. Perubahan tersebut bisa lebih baik atau lebih buruk. Topik ini yang kemudian dibahas oleh dua orang penulis yaitu Leslie Jamison dan Francine Prose di sebuah artikel The New York Times.

Leslie Jamison

Leslie Jamison mengaitkan topik tersebut dengan perbuatan kriminal yang dilakukan karena terinspirasi oleh sebuah buku. Kasus itu terjadi pada pembunuh John Lennon, yaitu Mark David Chapman di tahun 1981. Mark David Chapman membaca karya J.D Salinger yang berjudul “The Catcher in the Rye”. Saat ditangkap, Mark mengutip buku tersebut dan mengatakan bahwa ia berdiri di karang dan dia hanya melakukan pekerjaannya.

Beberapa tahun kemudian tindakan kriminal yang terinspirasi oleh buku terjadi lagi. Kali ini dilakukan oleh Leonard Lake dan Charles Ng. Mereka terinspirasi oleh novel “The Collector” yang ditulis John Fowles. Tentu kita tak bisa menyalahkan Salinger atau Fowles atas kasus kriminal yang dilakukan tersebut. Mereka tidak bertanggung jawab secara langsung pada pembaca yang mengambil inspirasi yang salah pada novel mereka.

Menurut Leslie, novel mungkin tidak membuat seseorang menjadi lebih buruk tapi dapat memberikan ruang pada pembaca untuk dapat berada di dalam novel tersebut. Pembaca bisa berada dalam suasana gelap, kekerasan, atau hal-hal buruk lainnya. Tindakan-tindakan buruk yang ada di novel dapat dicontoh oleh pembacanya tanpa ia renungi lagi maksud sebenarnya dari kisah novel tersebut . Pemahaman tiap orang terhadap sesuatu berbeda, begitu juga pada pembaca.

Francine Prose

Francine Prose menghubungkan topik buku dan pembacanya ini dengan pengalaman pribadinya. Saat masih kecil ia termasuk anak yang senang membaca segala jenis buku. Orang tuanya kemudian membatasi jenis buku yang boleh dibaca, ada dua buku yang tak boleh ia baca yaitu “Dracula" dan “Breakfast at Tiffany’s”. Kedua buku tersebut dianggap tidak cocok untuk dibaca oleh Francine yang masih kecil.

Ayahnya malah mengizinkannya membaca karya Howard W. Haggard berjudul “Devils, Drugs, and Doctor”. Buku tersebut berisi tentang sejarah obat-obatan, penyakit, penyakit mental, dan sejenisnya. Buku tersebut yang kemudian berdampak kurang baik pada Francine. Ia menjadi takut sekali untuk berlari, ia berjalan saat harus berlari. Di kelasnya, ia menjadi yang paling lambat dan paling buruk dalam olahraga karena takut sakit. Padahal ayahnya memberikan buku tersebut dengan harapan anaknya bisa bercita-cita menjadi seorang dokter.

Pemahaman setiap orang yang berbeda memang memberikan dampak yang berbeda-beda. Jadi apakah buku bisa membuat pembaca menjadi lebih buruk tergantung pada si pembacanya.

Editor: Frida Firdiani

Tags

Terkini

X