• Selasa, 26 September 2023

Kisah Sang Penghuni Langit Uwais Al-Qarni, Pemuda yang Gendong Ibunya dari Yaman untuk Menunaikan Haji

- Minggu, 4 Juni 2023 | 14:38 WIB
Ilustrasi Uwais Al-Qarni menggendong ibunya saat menunaikan ibadah haji  (tangkapan layar YouTube @Kisah Islami)
Ilustrasi Uwais Al-Qarni menggendong ibunya saat menunaikan ibadah haji (tangkapan layar YouTube @Kisah Islami)

Penulispro.com - Uwais Al-Qarni lahir pada 594 M di Yaman. Ayahnya bernama Abdullah Al-Qarni. Uwais terlahir dalam keluarga miskin dan mempunyai kekurangan pada tubuhnya. Namun ia adalah anak yang sangat berbakti pada orangtuanya.

Cobaan yang Berat

Uwais Al-Qarni memiliki kelainan pada tubuhnya, yakni kulitnya belang-belang. Meskipun begitu, ia tak pernah mengeluh dan tak pernah malu. Beberapa teman sering mengolok-oloknya tapi Uwais tetap sabar.

Sepeninggal ayahnya, Uwais Al-Qarni hanya tinggal dengan ibunya. Sungguh cobaan yang berat bagi Uwais karena ibunya lumpuh. Uwais begitu sayang pada ibunya. Setiap hari ia merawat ibunya dengan penuh kasih sayang.

Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, Uwais bekerja mengembalakan domba-domba milik orang. Upah yang didapat digunakan untuk makan sehari-hari dan sebagian disisihkan untuk membantu tetangganya yang juga miskin.

Baca Juga: Tips Make Up Tahan Lama untuk Acara Formal yang Viral Sampai Sekarang, Nomor 1 Penyelamat Kulit Berminyak!

Kerinduan Bertemu Rasulullah

Tahun berganti, Uwais Al-Qarni tumbuh semakin dewasa dan menjadi pemuda yang taat beribadah. Ia tekun menjalankan sholat dan melakukan ibadah puasa. Saat tengah malam, ia terbangun untuk berdoa pada Allah SWT.

Ada satu keinginan kuat dalam diri Uwais Al-Qarni, yaitu kerinduan bertemu Rasulullah. Setiap hari Uwais berharap ingin bertemu Rasulullah. Setiap ada orang yang baru pulang dari Madinah dan bercerita tentang pertemuannya dengan Rasulullah, Uwais sangat ingin bertemu nabi junjungannya.

Terdengarlah kabar bahwa Rasulullah terluka dan giginya patah saat Perang Uhud. Uwais sangat sedih. Segera diambilnya batu dan ia mengetok giginya dengan batu. Ia ingin merasakan sakitnya Rasulullah.

Semakin hari kerinduan pada Rasulullah semakin besar. Ia ingin pergi ke Madinah, namun ia juga memikirkan ibunya. Bagaimana mungkin ia meninggalkan ibunya yang lumpuh dan lemah? Pertentangan berkecamuk dalam hatinya. Namun kerinduan untuk bertemu Rasulullah pun semakin menggebu.

Segera ia mengutarakan maksud pada ibunya untuk pergi ke Madinah bertemu Rasulullah. Tak disangka, ibunya mengizinkan Uwais pergi. Ibunya sangat terharu menndengar niat Uwais. Ibunya berkata,’”Pergilah anakku, dan setelah engkau bertemu dengan Rasulullah segeralah pulang.”

Uwais Al-Qarni segera mempersiapkan diri menuju Madinah. Ia juga menyiapkan segera keperluan ibunya selama ditinggal ke Madinah. Dan sebelum pergi, Uwais menitipkan ibunya pada tetangganya.

Pergi ke Madinah

Dengan hati yang bulat, berangkatlah Uwais Al-Qarni menuju ke Madinah. Keinginannya hanya satu, yaitu ingin bertemu dengan Rasulullah SAW, lalu segera pulang sesuai pesan ibunya.

Halaman:

Editor: Frida Firdiani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Orang Pertama Yang Menerima Dakwah Nabi Muhammad Saw

Jumat, 22 September 2023 | 14:19 WIB
X