• Selasa, 26 September 2023

Kaidah Beribadah Melalui Perantara, Hukum Tentang Tawassul yang Disyariatkan

- Sabtu, 3 Juni 2023 | 11:11 WIB
Tawassul yang disyariatkan (Photo by nega on Unsplash)
Tawassul yang disyariatkan (Photo by nega on Unsplash)

Penulispro.com - Adakah sebenarnya tawassul yang disyariatkan dan bagaimana kaidahnya di dalam ajaran agama Islam?

Hukum tentang tawassul yang disyariatkan semata-mata hanya dibolehkan apabila seseorang bertawassul dengan Nama-nama serta Sifat-sifat Allah Swt belaka, mentauhidkan-Nya dan keikhlasan kepada-Nya.

Bagaimana kaidah beribadah melalui perantara ini sebaiknya diketahui hukum dan penjelasannya bagi seorang muslim agar tidak jatuh kepada kekeliruan, untuk itu penting mengetahui bagaimana tentang tawassul yang disyariatkan tersebut.

Dalil Tentang Tawassul

Tulisan bertema tentang tawassul yang disyariatkan ini bertujuan untuk memberi penjelasan bagi umat Islam untuk tidak jatuh kepada perkara yang salah atau keliru, karena ada tawassul yang diperbolehkan dan ada yang tidak disyariatkan.

Tawassul itu sendiri memiliki makna menjadikan sesuatu sebagai perantara antara seorang hamba dengan Allah, baik sesuatu itu adalah manusia, benda atau suatu perbuatan.

Tawassul itu terbagi menjadi dua bagian, yakni tawassul masyru’ atau tawassul yang disyariatkan dan tawassul mamnu’ atau tawassul yang terlarang dikarenakan menyelisihi syariat yang kadang kala menyebabkan seseorang kepada kekufuran.

Adapun dalil tentang tawassul masyru’ atau yang boleh dan disyariatkan tersirat dalam suatu ayat di dalam al-Qur'an yang berbunyi:

وَلِلّٰهِ الۡاَسۡمَآءُ الۡحُسۡنٰى فَادۡعُوۡهُ بِهَا‌ ۖ وَذَرُوا الَّذِيۡنَ يُلۡحِدُوۡنَ فِىۡۤ اَسۡمَآٮِٕهٖ‌ ؕ سَيُجۡزَوۡنَ مَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ‏

Yang di dalam huruf latin bacaannya adalah, “Wa lillaahil Asmaaa 'ul Husnaa fad'uuhu bihaa wa zarul laziina yulhiduuna fiii Asmaaa'ih; sa yujzawna maa kaanuu ya'maluun”

Yang artinya: “Dan Allah memiliki Asma'ul-Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalah artikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf, 7 : 180).

Sehingga jelas dari dalil tersebut menjadi penjelas bahwa tawassul yang disyariatkan adalah hanya dengan memohon kepada Allah Swt melalui nama-nama Allah yang indah-indah tersebut, dan bukan dengan lainnya.

Memohon dengan Ketaatan

Adapun tawassul yang disyariatkan adalah mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan cara mentaati-Nya dan beribadah kepada-Nya serta mengikuti para Nabi-Nya serta Rasul-rasul-Nya dengan seluruh amal yang dicintai oleh Allah Swt dan diridhoi-Nya.

Hal tersebut ini merupakan sebab terkabulnya doa dan terlepasnya seluruh kemudharatan serta menghilangkan segala kesulitan dari Allah Swt ‘Azza wa Jalla.

Halaman:

Editor: Frida Firdiani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Orang Pertama Yang Menerima Dakwah Nabi Muhammad Saw

Jumat, 22 September 2023 | 14:19 WIB
X