Kisah Fir’aun dan Nabi Musa, Kisah Abadi Sang Musuh Allah

- Sabtu, 18 Maret 2023 | 07:24 WIB
Bangunan peninggalan masa Fir’aun (pixabay.com @Cesar Salazar)
Bangunan peninggalan masa Fir’aun (pixabay.com @Cesar Salazar)

Penulispro.com - Al-Quran adalah kitab suci yang sangat detil menceritakan kisah Fir’aun dan Nabi Musa.

Mengulas kisah Fir’aun dan Nabi Musa, berarti kita mengupas suatu kisah sejarah yang pernah terjadi di muka bumi ini.

Karena memang dari kisah Fir’aun dan Nabi Musa, Allah Ta’ala hendak menyampaikan pelajaran penting kepada umat manusia.

Pelajaran bahwa ada manusia yang menjadi pembuka dan pembawa kebaikan. Namun, ada pula manusia yang menjadi pembuka gerbang keburukan.

Nabi Musa as adalah manusia jenis pertama. Ada pun Fir’aun (Ramses II atau Merneptah) adalah tipe manusia kedua.

Dialah manusia yang mana catatan keburukannya lebih panjang dari tangannya. Kisah kebejatannya pun lebih abadi daripada usianya.

Tidak sekadar berlaku zalim kepada manusia dan mendustakan kebenaran yang dibawa oleh Nabi Musa. Sosok ini pun berani memproklamasikan diri sebagai Tuhan, pemilik kekuasaan mutlak (QS An-Nazi’at [79]: 24).

Detik-detik Menjelang Ajal

Ada sejumlah kisah Fir’aun dalam Al-Quran yang layak untuk dijadikan pelajaran. Salah satunya adalah kisah kematiannya yang tragis.

Berikut ini sekilas gambaran tentang detik-detik terakhir kehidupan raja zalim itu sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam Qashashul Anbiya’.

Ketika lautan terbelah (menjadi 12 jalan menurut sementara riwayat), Nabi Musa dan kaumnya segera melintasinya. Sampai akhirnya mereka semua bisa keluar dari laut dengan selamat.

Pada saat yang sama, pasukan garis depan Fir’aun baru sampai ke tepian pantai (QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 64).

Setelah tiba di seberang lautan, Nabi Musa bermaksud memukulkan tongkatnya. Untuk apa? Agar lautan kembali pada kondisi semula sehingga Fir’aun dan bala tentaranya tidak bisa mengejar.

Namun, Allah Ta’ala memerintahkan Musa untuk membiarkan lautan dalam kondisi berbelah.

“Dan biarkanlah lautan itu tetap terbelah…” (QS. Ad-Dukhan [44]: 24), yaitu tenang seperti kondisinya, jangan kau ubah! Sesungguhnya, Allah punya rencana tersendiri terhadap Fir’aun.

Halaman:

Editor: Frida Firdiani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bahaya Microsleep saat Berkendara dan Pencegahannya

Selasa, 21 Maret 2023 | 11:42 WIB

Shalat Tarawih di Masa Khalifah Umar bin Khattab

Senin, 20 Maret 2023 | 22:00 WIB
X