• Selasa, 26 September 2023

Kisah Umar bin Khathab: Ketika Amirul Mu’minin Menghentikan Tumbal Sungai Nil dengan Cara Tak Biasa

- Rabu, 6 September 2023 | 09:14 WIB
Kisah mengenai Umar bin Khathab dan Sungai Nil di Mesir  ((pexels.com @davidmceachan))
Kisah mengenai Umar bin Khathab dan Sungai Nil di Mesir ((pexels.com @davidmceachan))

penulispro.com- Ada banyak kisah Umar bin Khathab yang sangat menginspirasi.
Mulai dari kisah Umar bin Khathab sebelum masuk Islam hingga pada masa kepemimpinannya sebagai khalifah.

Kisah Umar bin Khathab atau kerap dipanggil dengan gelar Al-Faruq itu, menggambarkan bagaimana hebatnya lelaki tegap nan gagah tersebut dalam menaklukkan Persia.

Termasuk negeri Syam dan Mesir yang sebelumnya dikuasai Romawi dengan sangat luar biasa. Umar pada masa kepemimpinannya bisa mewujudkan hal tersebut.

Baca Juga: Mengapa Waktu Berharga? Karena Waktu Tidak Pernah Kembali, dan Waktu Terus Berlalu Selama di Dunia

Tumbal Sungai Nil

Selain ditakuti oleh setan, Umar juga memiliki hati yang bersih, bacaan Al-Quran yang fasih, dan karomah yang menakjubkan.

Dikisahkan, setelah berhasil membuka Mesir dan menancapkan Islam di negeri tersebut, panglima tentara Islam, yaitu Amr bin Al-’Ash diangkat sebagai wakil khalifah (gubernur) di negeri Mesir.

Di tempat inilah dia mendapati salah satu tradisi yang sangat bertolak belakang dengan ajaran Islam. Apakah itu?

Manakala Sungai Nil debit airnya menurun, atau bahkan mengering dan airnya tidak mengalir, orang-orang akan menyelenggarakan sebuah upacara persembahan.

Terkait hal ini, sejumlah tokoh dari penduduk Mesir berkata kepada Amr bin Al-’Ash, “Wahai Amir (pemimpin), sesungguhnya kami memiliki tradisi yang berkaitan dengan Sungai Nil. Dan, sungai ini tidak akan mengalir kecuali dengan (menjalankan) tradisi (ritual) itu.”

“Tradisi apakah itu,” tanya Amr bin Al-’Ash.
Mereka menjawab, “Apabila telah berlalu 12 malam dari bulan ini (yang mana Sungai Nil menyusut airnya), kami mengambil gadis perawan dari kedua orang tuanya.”

“Kami mempercantik (mendandani) si gadis dengan perhiasan dan pakaian terbaik. Kemudian, kami melemparkannya ke Sungai Nil sehingga airnya mengalir kembali.”

Mendengar hal ini, ‘Amr berkata, “Sungguh, perbuatan semacam ini tidak diperbolehkan dalam Islam. Dan, Islam datang untuk meruntuhkan ajaran (batil) yang telah ada sebelumnya.”

Baca Juga: Ilmu Tauhid Lengkap Ini Penting untuk Diketahui, Ringkas dan Lugas sehingga Mudah Dimengerti

Halaman:

Editor: Meidiana Frikasari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Orang Pertama Yang Menerima Dakwah Nabi Muhammad Saw

Jumat, 22 September 2023 | 14:19 WIB
X