• Selasa, 26 September 2023

Mengenal Iman dalam Islam: Pengertian dan Tingkatannya, Penting untuk Diketahui

- Minggu, 3 September 2023 | 21:49 WIB
Keimanan kepada Allah dan Rasulnya adalah pilar utama dalam Islam (Pengertian iman dalam Islam adalah percaya.  Jika dijabarkan, iman dalam Islam berarti percaya bahwa tiada tuhan selain Allah, percaya bahwa Nabi Muhammad utusan Allah, dan lain sebagainya.  Selain mengetahui arti iman dalam Islam, ternyata iman juga memiliki tingkatan yang berbeda-beda.  Ada 3 tingkatan dalam iman, yakni:  Iman Awami    Iman awami ialah keimanan orang awam yang letaknya berada di lisan.  Orang awam akan mempercayai apa pun yang dikatakan oleh seseorang yang ia percayai, seperti orang tua, guru, dan lain-lain tanpa berusaha mencari kebenarannya.  Ia mampu beriman karena mengikuti orang tua dan lingkungannya saja.  Keyakinan seperti ini dianggap cukup untuk menjaga keselamatan di akhirat kelak.  Namun, keyakinan tersebut masih bisa saja terjadi kesalahan.  Iman Mutakalimin  Iman mutakalimin ialah keimanan seseorang yang diperkuat dengan hujjah atau alasan.  Seseorang bukan hanya percaya dengan apa yang dikatakan orang lain, tapi ia akan berargumen mengenai kebenarannya.  Sebagai contoh, di sebuah ruangan ada seseorang yang sedang berbincang.  Ada salah seorang mengatakan bahwa yang berada di dalam adalah Abdullah. Kemudian ia memastikan dengan mendengarkan suaranya.  Tapi kemungkinan masih ada kesalahan, walaupun telah dipastikan dengan mendengarkan suaranya.  Sebab, ia tidak melihat secara langsung siapa orang yang sedang berbincang itu.  Iman Arifin (Nur Iman)  Iman arifin ialah keimanan para arifin.  Seperti yang telah dicontohkan sebelumnya, jika seseorang belum bisa menyaksikan secara langsung siapakah yang sedang berbincang, apakah Abdullah atau bukan.  Maka, keimanan ini ia menyaksikan secara langsung dengan mata kepala sendiri, siapa saja yang sedang berbincang-bincang.  Oleh karena itu, keimanan arifin sangat tidak mungkin adanya kesalahan.  Itulah keistimewaannya dan merupakan kebenaran yang sesungguhnya. Sebab, informasi yang diperoleh dapat disaksikan secara langsung oleh mata kepalanya sendiri.  Inilah keimanan kaum arifin (yang dapat mengenal Tuhan melalui cahaya iman). Namun, pengetahuannya mungkin berbeda-beda tergantung level kashaf.  Sebuah hadis mengatakan, “Iman itu lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Yang paling utama adalah ucapan, “La ilaha illallah” dan yang terendah adalah membersihkan gangguan dari jalanan. Dan rasa malu itu adalah satu cabang dari iman. (HR. Muttafaq ‘alaihi)  Nah, adanya tiga tingkatan iman dalam Islam ini, hendaknya memacu semangat kita untuk meraih tingkatan tertingginya.)
Keimanan kepada Allah dan Rasulnya adalah pilar utama dalam Islam (Pengertian iman dalam Islam adalah percaya. Jika dijabarkan, iman dalam Islam berarti percaya bahwa tiada tuhan selain Allah, percaya bahwa Nabi Muhammad utusan Allah, dan lain sebagainya. Selain mengetahui arti iman dalam Islam, ternyata iman juga memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Ada 3 tingkatan dalam iman, yakni: Iman Awami Iman awami ialah keimanan orang awam yang letaknya berada di lisan. Orang awam akan mempercayai apa pun yang dikatakan oleh seseorang yang ia percayai, seperti orang tua, guru, dan lain-lain tanpa berusaha mencari kebenarannya. Ia mampu beriman karena mengikuti orang tua dan lingkungannya saja. Keyakinan seperti ini dianggap cukup untuk menjaga keselamatan di akhirat kelak. Namun, keyakinan tersebut masih bisa saja terjadi kesalahan. Iman Mutakalimin Iman mutakalimin ialah keimanan seseorang yang diperkuat dengan hujjah atau alasan. Seseorang bukan hanya percaya dengan apa yang dikatakan orang lain, tapi ia akan berargumen mengenai kebenarannya. Sebagai contoh, di sebuah ruangan ada seseorang yang sedang berbincang. Ada salah seorang mengatakan bahwa yang berada di dalam adalah Abdullah. Kemudian ia memastikan dengan mendengarkan suaranya. Tapi kemungkinan masih ada kesalahan, walaupun telah dipastikan dengan mendengarkan suaranya. Sebab, ia tidak melihat secara langsung siapa orang yang sedang berbincang itu. Iman Arifin (Nur Iman) Iman arifin ialah keimanan para arifin. Seperti yang telah dicontohkan sebelumnya, jika seseorang belum bisa menyaksikan secara langsung siapakah yang sedang berbincang, apakah Abdullah atau bukan. Maka, keimanan ini ia menyaksikan secara langsung dengan mata kepala sendiri, siapa saja yang sedang berbincang-bincang. Oleh karena itu, keimanan arifin sangat tidak mungkin adanya kesalahan. Itulah keistimewaannya dan merupakan kebenaran yang sesungguhnya. Sebab, informasi yang diperoleh dapat disaksikan secara langsung oleh mata kepalanya sendiri. Inilah keimanan kaum arifin (yang dapat mengenal Tuhan melalui cahaya iman). Namun, pengetahuannya mungkin berbeda-beda tergantung level kashaf. Sebuah hadis mengatakan, “Iman itu lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Yang paling utama adalah ucapan, “La ilaha illallah” dan yang terendah adalah membersihkan gangguan dari jalanan. Dan rasa malu itu adalah satu cabang dari iman. (HR. Muttafaq ‘alaihi) Nah, adanya tiga tingkatan iman dalam Islam ini, hendaknya memacu semangat kita untuk meraih tingkatan tertingginya.)

Penulispro.com - Pengertian iman dalam Islam adalah percaya.

Jika dijabarkan, iman dalam Islam berarti percaya bahwa tiada tuhan selain Allah, percaya bahwa Nabi Muhammad utusan Allah, dan lain sebagainya.

Selain mengetahui arti iman dalam Islam, ternyata iman juga memiliki tingkatan yang berbeda-beda.

Ada 3 tingkatan dalam iman, yakni:

Iman Awami

Iman awami ialah keimanan orang awam yang letaknya berada di lisan.

Baca Juga: Inilah Keistimewaan Istighfar yang Begitu Luar Biasa, Sudahkah Kita Mengamalkannya

Orang awam akan mempercayai apa pun yang dikatakan oleh seseorang yang ia percayai, seperti orang tua, guru, dan lain-lain tanpa berusaha mencari kebenarannya.

Ia mampu beriman karena mengikuti orang tua dan lingkungannya saja.

Keyakinan seperti ini dianggap cukup untuk menjaga keselamatan di akhirat kelak.

Namun, keyakinan tersebut masih bisa saja terjadi kesalahan.

Iman Mutakalimin

Iman mutakalimin ialah keimanan seseorang yang diperkuat dengan hujjah atau alasan.

Baca Juga: Menikah dalam Islam Haruskah Menikah Terlebih Dahulu atau Berbakti kepada Orang Tua?

Halaman:

Editor: M. Isa Jatinegara

Tags

Terkini

5 Orang Pertama Yang Menerima Dakwah Nabi Muhammad Saw

Jumat, 22 September 2023 | 14:19 WIB
X