Jilbab Tidak Wajib di Arab Saudi, Kebijakan Terbaru Negeri Petro Dollar

- Jumat, 6 Januari 2023 | 08:37 WIB
Ilustrasi (pixabay.com @Antonio Cansino)
Ilustrasi (pixabay.com @Antonio Cansino)

Penulispro.com - Jika sekarang berkunjung ke Arab Saudi, mungkin kamu agak terkejut. Mengapa? Karena kaum perempuannya tak lagi diharuskan mengenakan jilbab atau abaya ketika ke luar rumah/tempat publik. Kebijakan jilbab tidak wajib di Arab Saudi membuat para perempuannya kini bebas mengenakan busana apa pun sepanjang masih dalam norma kesopanan.

Jilbab tidak wajib di Arab Saudi oleh sebagian orang dianggap revolusioner. Mereka berpendapat kebijakan terbaru ini mendukung kebebasan kaum perempuan untuk bebas mengekspresikan diri. Kebijakan tersebut juga dianggap pro kesetaraan gender.

Ada pun pendapat sebaliknya, menyayangkan kebijakan jilbab tidak wajib di Arab Saudi. Para penyokong pendapat ini berargumen bahwa mengenakan jilbab merupakan kewajiban seorang muslimah. Dan karena Arab Saudi adalah kiblatnya umat Islam di seluruh dunia, maka kebijakan terbaru itu dianggap bertentangan dengan hukum Islam.

Tak hanya peraturan yang membebaskan perempuan di Arab Saudi dalam hal berbusana, kini perempuan di negeri Petro Dollar itu juga diperbolehkan beraktivitas di luar tanpa batasan seperti sebelumnya. Mereka sudah bisa bekerja dan berbaur dengan kaum lelaki di ruang publik, menyetir sendiri tanpa didampingi mahram, mengantri bersama barisan lelaki atau tidak ada pemisahan khusus dalam antrian perempuan dan laki-laki.

Mengapa ini terjadi?

Berlakunya kebijakan tersebut seiring dengan keluarnya keputusan dari Pangeran Khalid bin Salman, Menteri Pertahanan Arab Saudi. Peraturan terbaru itu diterapkan sejak tanggal 23 September 2022, bertepatan dengan peringatan Hari Nasional Arab Saudi yang ke-90. Kerajaan Arab Saudi terbentuk sejak tanggal 23 September 1932.

Keputusan dari Pangeran Khalid bin Salman menindaklanjuti kebijakan yang dibuat oleh Putra Mahkota Mohammad bin Salman (MbS), yang juga adalah kakak kandungnya. MbS pada tahun 2018 mengeluarkan keputusan yang mengejutkan dengan membolehkan perempuan tak memakai jilab atau abaya asal tetap sopan berpakaian.

MbS juga memberi kelonggaran terhadap berbagai aturan yang dianggap mengekang kaum perempuan di Arab Saudi, seperti larangan perempuan hidup sendiri tanpa wali, perempuan tidak boleh boleh mengganti nama tanpa izin wali, perempuan tidak boleh menyetir mobil, dan perempuan tidak boleh masuk militer. Kini, semua aturan itu diperbolehkan. Termasuk juga mengizinkan dibukanya bioskop dan pergelaran konser atau festival di Arab Saudi.

Diyakini sejumlah pengamat, MbS melakukan perubahan kebijakan tersebut didasari keinginan menjadikan Arab Saudi sebagai negara modern dan toleran bagi turis asing. Apalagi Pangeran MbS kemudian merilis Visi 2030. Yakni visi negara Arab Saudi satu dekade ke depan yang berupaya mengurangi ketergantungan terhadap minyak sebagai sumber utama pemasukan.

Halaman:

Editor: M. Isa Jatinegara

Tags

Terkini

Budaya Kerja di Jepang Super Ketat?

Senin, 26 Desember 2022 | 22:34 WIB

Anak Cerdas yang Melampaui Einstein

Sabtu, 24 Desember 2022 | 05:02 WIB

Tradisi Natal Unik di Berbagai Belahan Dunia

Jumat, 23 Desember 2022 | 06:35 WIB
X