Bahasa Minoritas yang Terancam Punah

- Jumat, 16 Desember 2022 | 11:02 WIB
Bahasa minoritas yang terancam punah (  SHVETS Production via Pexels)
Bahasa minoritas yang terancam punah ( SHVETS Production via Pexels)

Sejumlah ilmuwan memiliki ketakutan akan punahnya bahasa sebagai akibat kemajuan teknologi. Sampai saat ini setidaknya ancaman kepunahan terhadap bahasa di seluruh dunia mencapai 25 persen.

Fakta tersebut berdasar penelitian yang dilakukan Dr. Tatsuya Amano dari University of Cambridge. Lebih jauh ia berani mengatakan bahasa akan punah dengan cepat dan ini menjadi situasi yang sangat serius dan harus segera ditindaklanjuti.

Baca Juga: Macam-macam Ellips Vitamin Rambut Lengkap, Cobain Deh dari Vitality Sampai Hair Treatment

Riset yang dilakukan Dr. Amano juga ingin menyelidiki bagaimana proses kepunahan itu dapat menyebar secara global dan apa saja penyebab utamanya. Ternyata faktor kepunahan suatu bahasa tidak saja hanya karena faktor perkembangan ekonomi semata.

Perkembangan kehidupan sering terlihat saat bahasa utama mendominasi bidang politik dan pendidikan bangsa. Tak ayal setiap orang kemudian di paksa untuk mengadopsi bahasa yang dominan.

Studi yang sama di tempat lain juga ditemukan kesimpulan serupa, bahasa minoritas di belahan dunia paling maju juga mengalami hal serupa. Tak pelak bahasa sebagian bangsa yang ada di Amerika Utara, Eropa, dan Australia juga mengalami resiko kepunahan.

Untuk menjaga keberlangsungan bahasa itu haruslah dilakukan suatu upaya untuk melindungi bahasa-bahasa tersebut, khususnya di wilayah yang rawan terancam punah.

Ternyata terdapat indikasi bahwa semakin maju suatu negara secara ekonomi maka ada kemungkinan hilangnya suatu bahasa akan lebih cepat.

Sebagai contoh di wilayah Amerika Utara ada bahasa Tabesna yang hanya dikuasai tidak lebih dari 25 orang saja dan benar-benar terancam punah untuk selamanya.

Di belahan benua Eropa juga mengalami hal serupa di mana bahasa Ume Sami di Skandinavia dan bahasa Auvergnet di Perancis mendapat ancaman yang serupa.

Tim Ilmuwan juga menemukan bahasa-bahasa di daerah pegunungan Himalaya juga mengalami kepunahan. Setidaknya hal ini juga menimpa bahasa Bahing di Nepal yang saat ini hanya dikuasai oleh delapan orang penutur.

Masalah kepunahan bahasa ternyata tidak hanya menimpa pada bangsa yang maju. Tapi juga mengintai pada bangsa yang sedang berkembang atau pada fase pertumbuhan yang pesat.

Ada satu negara yang cukup sukses melindungi bahasa yang hampir punah. Negara tersebut adalah Wales dan mereka berhasil melakukan strategi perlindungan terhadap bahasa Welsh dengan terintegrasi.

Editor: Frida Firdiani

Tags

Terkini

X