Sisi Positif Game di Mata Para Pendidik

- Selasa, 24 Januari 2023 | 07:00 WIB
Beberapa waktu belakangan ini, para pengguna smartphone juga diramaikan dengan kehadiran sebuah game berhitung dengan judul 2048. (Tima Miroshnichenko via Pexels)
Beberapa waktu belakangan ini, para pengguna smartphone juga diramaikan dengan kehadiran sebuah game berhitung dengan judul 2048. (Tima Miroshnichenko via Pexels)

Penulispro.com - Seperti apa game di mata para pendidik? Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, belajar dan bermain merupakan dua buah kata yang saling bertolak belakang. Maka dari itu, tidak heran jika kemudian banyak orangtua yang memisahkan waktu belajar dan waktu bermain anak. Pasalnya, bermain adalah sebuah hiburan yang dapat menghambat proses pembelajaran anak. Akan tetapi, benarkah demikian? 

Baca Juga: Permainan Latto-latto, Asli Amerika Namun Viral dan Fenomenal di Indonesia, Perlu Pendampingan Orang Dewasa

Bermain identik dengan sebuah permainan (game). Sebagaimana yang kita ketahui bahwa game memiliki karakteristik yang unik, yakni banyak melibatkan interaksi dengan pengguna/pemain. Oleh karenanya, game dapat memberikan pengaruh positif pada kegiatan belajar-mengajar, sebab konsepnya mirip seperti interaksi guru dan murid.

Beberapa orang bahkan rela melakukan riset untuk melihat efek video games pada dunia akademik. Di antara segudang infografik tersebut adalah Game Your Brain, Gaming in the Classroom, Gaming is Good for You, dan Levelling Up the Social Benefits of Video Games. Semua infografik tersebut menampilkan sisi positif yang bisa ditawarkan oleh sebuah video game. Percaya maupun tak percaya, hasilnya bertolak belakang dengan keyakinan masyarakat tentang game.

Berbicara soal game dalam dunia pendidikan, Prof. Iwan Pranoto yang merupakan guru besar matematika di ITB memaparkan bahwa game berbasis pendidikan yang biasa disebut edugame merupakan sebuah metode pembelajaran modern yang akan mengubah stigma masyarakat bahwa belajar merupakan beban yang sangat berat. Dengan edu game, belajar akan menjadi permainan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Mengenai aplikasinya di lapangan, game mungkin masih sulit untuk dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan, akan tetapi bukan berarti tak ada cara lain untuk memperkenalkan edugame kepada masyarakat. Pengenalan game berbasis pendidikan dapat dilakukan secara informal, seperti di rumah, taman, dan toko buku.

Ketua Young Librarian Library Service Association (YALSA), Kelly Czarnecki, bahkan mengaplikasikan game di perpustakaan. Ia memaparkan bahwa banyak sekali game yang dapat mengasah keterampilan seseorang, seperti berhitung dan mencari kosakata. Ia juga mengatakan bahwa game dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan para pelajar.

Beberapa waktu belakangan ini, para pengguna smartphone juga diramaikan dengan kehadiran sebuah game berhitung dengan judul 2048. Game tersebut disinyalir dapat meningkatkan kecepatan kita dalam berhitung. Sebuah gambaran betapa hebatnya efek dari sebuah game.

Editor: Frida Firdiani

Tags

Terkini

X