Bullying: Gagalnya Sistem Pendidikan atau Pola Asuh Anak?

- Senin, 23 Januari 2023 | 15:00 WIB
Dari tahun ke tahun, jumlah pelaku dan korban bullying semakin meningkat saja. (Keira Burton via Pexels)
Dari tahun ke tahun, jumlah pelaku dan korban bullying semakin meningkat saja. (Keira Burton via Pexels)

Penulispro.com - Bullying, diidentifikasikan oleh sejumlah pakar mencakup segala jenis tindakan yang dilakukan oleh satu orang ataupun sekelompok orang yang mencoba untuk menyakiti atau mengontrol orang lain dengan menggunakan kekerasan. Baik secara terang-terangan dengan bukti fisik, maupun yang tersembunyi dan menyangkut psikologis seseorang. Bentuk bullying bisa beragam. Termasuk mendorong, memukul, dan kegiatan lain yang berbentuk fisik. Dan yang berbentuk verbal seperti membentak, menghina, mengolok, meneror dan menggunakan kata-kata yang sifatnya kasar.

Baca Juga: Cara Mendidik Anak Sholeh dan Sholehah Menurut Islam

Alasan pelaku bullying cukup banyak macamnya. Seperti untuk memperoleh kepuasan karena bisa merasa lebih kuat, lebih memiliki kuasa, lebih hebat dari korban. Bisa juga karena merasa terancam dan tidak ingin disaingi oleh orang yang lebih pintar, lebih cantik, lebih tampan, lebih kuat, lebih kharismatik, dan lebih menjadi pusat perhatian. Masalah lain yang dimiliki seseorang pun bisa menjadi latar belakang penyebab seseorang menyalurkan emosi atau amarahnya kepada korban.

Dari tahun ke tahun, jumlah pelaku dan korban bullying semakin meningkat saja. Bahkan semakin menyeluruh, mulai dari tingkat balita hingga dewasa. Motif dan dampaknya pun semakin beragam dan semakin meresahkan. Di tingkat anak di bawah umur yang juga berstatus sebagai pelajar, bullying sudah sangat populer dan seakan menjadi penyakit yang tidak dapat diobati. Parahnya lagi, sebagian besar kasusnya terjadi di sekolah dan melibatkan perangkat komunikasi canggih seperti ponsel.

Lantas bagaimana peran guru atau tenaga pendidik yang berada di sekolah, jika hal seperti ini tidak dapat diatasi atau dibendung lagi? Apakah ini merupakan bukti dari pengaruh sistem pendidikan yang mulai melemah dan tidak ada gregetnya lagi? Ataukah pola asuh anak dalam lingkungan keluarga yang perlu dibenahi?

Tentu saja jika mempertanyakan hal ini kepada pihak sekolah dan pihak keluarga, kedua belah pihak akan sama-sama tidak ingin disalahkan. Sebab pastinya sudah merasa maksimal dalam mendidik anak. Namun, jika kedua belah pihak mau mengoreksi kelemahan masing-masing dan memperbaiki diri, tentu ke depannya masalah bullying ini akan cepat teratasi. Setiap warga masyarakat harus berperan aktif dalam menghentikan bullying! mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Bagaimana menurut Anda?

Editor: Frida Firdiani

Sumber: Beragam Sumber

Tags

Terkini

X