Bagaimana Kita Menerima Budaya Baru Saat Tinggal di Luar Negeri?

- Rabu, 25 Januari 2023 | 12:57 WIB
Memutuskan berkirprah ke luar negeri memerlukan pertimbangan yang matang ( Adrienn via Pexels)
Memutuskan berkirprah ke luar negeri memerlukan pertimbangan yang matang ( Adrienn via Pexels)

Penulispro.com - Bekerja di luar negeri bisa jadi impian beberapa orang, tapi bagaimana dengan menerima budaya baru di luar negeri?

Ada banyak pengeluaran yang sebenarnya diperlukan untuk mempersiapkan diri bekerja di luar negeri, seperti biaya travel, akomodasi, tempat tinggal, dan lain-lain. Tujuan bekerja di luar negeri biasanya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak. Bagi penduduk negara miskin atau berkembang, bekerja di luar negeri berarti mencoba meningkatkan taraf hidup dengan mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

Tapi, tak semua orang berhasil dalam bekerja di luar negeri. Ada yang tidak tahan dengan budayanya, cara kerjanya, dan lain-lain. Ya, tak semua orang siap untuk bekerja di luar negeri. Luar negeri bisa jadi bahasa yang berbeda, cuaca yang berbeda, pemerintah yang berbeda, dan budaya yang berbeda.

Lalu bagaimana cara orang agar bertahan dengan keadaan budaya yang berbeda? Stephen Bocher mencoba mengklasifikasikan orang-orang dengan respon psikologi untuk tinggal di luar negeri. Menurutnya ada 4 cara orang bisa bertahan ketika menerima budaya baru di luar negeri, berikut ini 4 cara tersebut.

Baca Juga: 8 Selebritis Dalam dan Luar Negeri yang Jatuh di Tempat Umum

1. Passing, yaitu menolak budaya asal dan mencoba memeluk budaya yang baru. Orang barat yang datang ke negeri timur, kadang harus merelakan kebiasaan budaya baratnya untuk menjalankan budaya timur. Pola pikir seperti ini untuk mencegah terjadinya pertentangan dari tempat barunya.

2. Chauvinism, yaitu dengan menolak budaya baru dan melebih-lebihkan budaya asal. Hal ini terjadi karena rasa nasionalisme yang kuat. Seseorang bisa saja memegang teguh budaya asalnya di tempat yang baru. Tipe ini sekarang semakin jarang karena orang-orang lebih mudah menerima budaya lain dan agama lain.

3. Marginal, yaitu diantara dua budaya, seseorang tidak menentukan ia menganut budaya yang mana. Norma dari kedua budaya menonjol namun dapat diterima. Hal ini bisa menyebabkan kebingungan dari seseorang.

4. Mediating, mencoba menggabungkan dua budaya. Pola pikir yang demikian adalah yang paling ideal untuk mengakomodasi dua budaya. Dua budaya dapat diterima dan terintegrasi. Orang yang memiliki pola pikir ini dapat memiliki level yang lebih tinggi.

Itulah beberapa cara ketika seseorang menerima budaya baru di luar negeri.

Halaman:

Editor: Frida Firdiani

Tags

Terkini

Cara Mendapatkan Modal Tanpa Jaminan di Bank Syariah

Kamis, 26 Januari 2023 | 14:00 WIB

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Baik

Kamis, 26 Januari 2023 | 11:00 WIB
X