Sulitnya Menempatkan Kategori Bisnis Online ke Dalam Bentuk Usaha

- Rabu, 25 Januari 2023 | 10:33 WIB
toko online atau bisnis online tak wajib memiliki stok barang seperti yang ditampilkan di situsnya ( Andrea Piacquadio via Pexels)
toko online atau bisnis online tak wajib memiliki stok barang seperti yang ditampilkan di situsnya ( Andrea Piacquadio via Pexels)

Penulispro.com - Dalam kegiatan usaha, Indonesia membagi skala usaha ke dalam beberapa bentuk yaitu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Undang-Undang mengatakan bahwa jenis usaha seperti ini dibedakan berdasarkan kepemilikan, modal dan izin usaha.

Perbedaan dan pengategorian seperti ini dalam pandangan anggaran pendapatan, tentu saja berkaitan dengan pendapatan daerah yang berkontribusi langsung terhadap pendapatan nasional. Konkretnya, pendapatan tersebut lebih banyak dihasilkan dari sektor pajak.

Baca Juga: 5 Cara Dahsyat Memulai Bisnis Emas, Berani Coba?

Perkembangan informasi saat ini, secara langsung dan tak pernah disadari ternyata mampu mendongkrak perkembangan usaha baik di sektor mikro, kecil, menengah maupun besar. Salah satu bentuk yang paling terasa adalah dalam kegiatan promosi dan pemasaran. Dalam tataran ini, setiap usaha memproduksi barangnya di satu tempat lalu menggunakan media informasi sebagai sarana promosi dan pemasarannya.

Buktinya, sangatlah nyata. Hampir semua perusahaan memiliki alamat surel atau website. hal ini memang semata-mata dilakukan untuk menjembatani informasi yang seringkali terputus antara produsen dan konsumen.

Di sisi lain, perkembangan informasi ternyata memberi dampak baru dalam kegiatan usaha yang tak bisa ditutup-tutupi. Kegiatan usaha seperti ini terlihat dari bermunculannya toko online atau bisnis online lewat media sosial.

Jika di pasar nyata, kita selalu mendapati toko atau pasar dengan barang yang nyata. Keadaan seperti ini tentu sangat mudah untuk mengategorikan usaha tersebut pada keempat skala di atas. Namun, bagaimana halnya dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan secara online?

Satu toko online mungkin mampu menampilkan ratusan hingga ribuan produk. Kenyataannya, produk yang ditampilkan tersebut, kebanyakan hanyalah katalog gambar. Artinya, toko online atau bisnis online tak wajib memiliki stok barang seperti yang ditampilkan di situsnya. Pengertian ini sangatlah mungkin, mengingat banyak sekali pelaku bisnis yang bergerak dalam wilayah reseller.

Jika demikian, bagaimana cara mengukur skala usaha dalam tataran seperti ini? Bukankah salah satu penentuan besar kecilnya usaha didapat dari perhitungan modal yang dikeluarkan? Baik modal produksi maupun modal-modal lainnya. Begitu pun jika pengukuran skala usaha tersebut dilihat dari perspektif penghasilan. Bagaimana cara mengukur atau memetakan penghasilan dari bentuk usaha yang realitasnya berada dalam ranah semu seperti ini?

Editor: Frida Firdiani

Tags

Terkini

Cara Mendapatkan Modal Tanpa Jaminan di Bank Syariah

Kamis, 26 Januari 2023 | 14:00 WIB

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Baik

Kamis, 26 Januari 2023 | 11:00 WIB
X